Pages

Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan

12.15.2012

Gaya Rambut Terunik Pesepakbola Sepanjang Sejarah

Gaya Rambut Terunik Pesepakbola Sepanjang Sejarah (Part 1)


FP



 Selain skill serta prestasi individu, pesepakbola profesional tak lepas dari gaya hidup yang glamor serta gaya potongan rambut yang bervariasi.

Meski tidak semua pemain bola mementingkan gaya potongan rambut, namun sebagian pemain mempercayai hal itu sebagai penambah rasa kepercayaan diri mereka.

7.19.2012

10 Antagonis Dalam Dunia Sepakbola



Sepakbola sama dengan sebuah drama. Selalu ada karakter yang paling dimusuhi di dalam ataupun di luar lapangan. Dari para pemain, manajer atau bahkan orang yang berhubungan dengan sepakbola yang kadang membuat kita tidak betah untuk mengeluarkan omelan setiap kali mereka menyatakan sesuatu.


Entah apakah sengaja untuk meruntuhkan moral lawan, ingin mendapatkan dukungan atau memang itu adalah watak dasar mereka yang membuat mereka menjadi orang-orang yang paling dicari media massa karena selalu menaikkan oplah.


Berikut adalah 10 pribadi yang paling tidak disukai dalam dunia sepakbola.


1. Jose Mourinho


Ia menciptakan dua kubu, yang mencintai dan yang membencinya terlepas dari talenta hebatnya sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia.


Kebiasaanya untuk melindungi para pemainnya dengan menyalahkan pihak lain seperti ofisial pertandingan, manajer dan pemain lawan menjadikan dia sosok yang mudah mendapatkan dukungan namun juga mudah dihujani makian.


Seperti Batman dan The Joker, manajer Real Madrid ini benar-benar rival yang sepadan untuk mantan manajer BarcelonaJosep Guardiola.


2. Joey Barton


Barton dihukum larangan tanding 12 laga setelah menyikut Carlos Tevez, menendang Sergio Aguero dan menanduk Vincent Kompanyhanya dalam hitungan menit saja.


Tidak hanya itu, sifat buruknya di masa lalu juga masih terekam dalam ingatan setiap orang termasuk menyundut mata rekan satu tim-nya dengan cerutu, menyerang mantan pemain City, Ousmane Dabo saat latihan dan dipenjara dua bulan karena memukuli orang di luar bar.


3. John Terry


Ban kapten di lengan bukan berarti pemain tersebut mampu mengontrol emosinya dengan baik. John Terry salah satunya.


Kapten Chelsea ini diusir wasit saat semifinal Liga Champions karena menghajar lawannya dengan lutut. Ia juga seringkali terlibat adu mulut dengan wasit. Saat ini, ia harus berurusan dengan pengadilan karena dituduh rasis terhadap Anton Ferdinand.


Terry juga terlibat skandal selingkuh dengan istri mantan rekan satu tim-nya, Wayne Bridge.


4. Arsene Wenger


Ada banyak pertanyaan mengapa Arsene Wenger yang sangat loyal terhadap Arsenal juga termasuk orang yang dibenci dalam dunia sepakbola.


Apakah karena terlalu sering memprotes ofisial lapangan?


Apakah karena dia terlalu membela pemainnya walaupun salah dan menyerang balik siapapun yang ingin menjelek-jelekkan The Gunners?


Apakah karena setiap kali Arsenal kalah ia selalu mencari kambing hitam?


Ataukah karena jas yang selalu ia pakai saat berada di lapangan?


5. El-Hadji Diouf


Adalah mudah untuk menunjuk El-Hadji Diouf sebagai antagonis-nya sepakbola.


Satu alasan, ia pernah membuat kontroversi dengan meludahi suporter Celtic ketika masih bermain di Liverpool. Selebihnya, ia tidak disukai suporter lawan karena sikap kasar dan liarnya.


Akibat tidak disukai banyak orang, ia selalu menjadi anak nakal di dalam tim. Sekarang ia akan punya banyak waktu untuk introspeksi diri setelah dilepas oleh Doncaster Rovers.


6. Roy Keane


Dulu Roy Keane dikenal sebagai gelandang bertemperamen keras di Manchester United. Sekarang, ia telah pensiun dari tengah lapangan dan bermain di sisi luar, sebagai seorang manajer. Namun itu bukan berarti sikap kerasnya hilang.


Ia dikritik banyak orang atas komentarnya pada sebuah stasiun TV Inggris yang menyerang mentalitas pemain dan suporter Irlandia, negaranya sendiri.


Tidak diragukan lagi, Keane adalah pemain luar biasa. Namun saat menjadi komentator, pilihan bahasanya seringkali membuat orang salah memahami dirinya.


7. Paolo di Canio


Lagi-lagi bahasan kita adalah para manajer dan kali ini adalah Paolo di Canio.


Ketika ia tidak bosan-bosannya mengingatkan kita bahwa permainannya dulu lebih baik daripada pemain-pemain sekarang, di Canio adalah manajer yang seringkali meremehkan dan berani menantang sebuah badan liga sepakbola beserta jajaran staf-nya. Akibatnya, sanksi-sanksi melayang untuknya.


Bahkan ia tidak peduli dengan banding atas hukumannya karena ego-nya yang luar biasa besar. Saat kembali dilarang mendampingi tim untuk ketiga kalinya di musim kemarin, ia mengatakan, "Mereka bisa mengusir saya setiap minggu kalau mereka mau, saya tidak peduli, kami pasti akan menjadi juara."


8. Michel Platini


Mantan pemain yang kini menjadi orang tertinggi di UEFA itu selalu penuh dengan ide untuk menjadi lebih baik.


Lalu, mengapa membenci Platini? Hal itu tidak lepas dari kemunafikan UEFA sendiri.


UEFA yang mendukung program "Say No to Racism" menjatuhkan sanksi kepada striker DenmarkNicklas Bendter dengan denda 100.000 euro karena memamerkan celana dalamnya yang menjadi "promosi terselubung" sebuah bandar judi di Irlandia, Paddy Power.


Lucunya, denda yang diberikan kepada Bendtner itu amat-sangat-lebih tinggi daripada denda sebuah negara yang suporternya melakukan rasisme dan kekerasan.


Aneh? Tidak ada yang aneh ketika menyangkut uang dan prioritas.


9. Carlos Tevez


Enam tahun di tanah Inggris dan Carlos Tevez masih saja kesulitan bahasa Inggris. Mungkin karena enggan belajar.


Dan karena kemalasannya ini ia terlibat konflik dengan Roberto Mancini, sang manajer. Tevez salah memahami instruksi dari manajernya yang akan memainkannya sebagai pemain pengganti dan menolak untuk melakukan pemanasan dalam sebuah laga di Liga Champions.


Walaupun akhirnya dimainkan lagi oleh Mancini serta membantu merebut juara Premier League tidak lantas membuat orang lupa Carlos Tevez yang keras kepala.


10. Alex Ferguson


Dengan segala arogansi dan watak keras seorang Jose Mourinho serta Arsene Wenger yang selalu melihat segalanya dari pandangannya sendiri, ditambah lagi manipulasi berita yang sudah menjadi tradisi media,Alex Ferguson adalah figur manajer yang mungkin saja paling dibenci dalam sepakbola Inggris.


Bukan karena rasa kepeduliannya yang rendah, tetapi juga karena ia merebut lebih banyak piala dalam karirnya daripada gabungan antara Mourinho dan Wenger.


Ia masih menjadi akar dari Manchester United. Ia menjadi saksi perginya Jose Mourinho dari Inggris dan kemungkinan besar akan tetap duduk di bangku pelatih ketika Arsene Wenger tidak lagi berada di Emirates.


Ferguson adalah satu diantara manajer terbaik sepanjang masa. Pun, dia juga salah satu di antara pesepakbola yang berwatak keras. 

6.24.2012

Ini Dia Lima Gol Terbaik Piala Eropa 2012


Striker Zlatan Ibrahimovic (kuning) saat mencetak gol ke gawang Prancis/Reuters
Piala Eropa 2012 yang digelar di Polandia dan Ukraina kini telah. memasuki babak perempat final. Delapan negara yang mewakili 4 grup telah memastikan lolos sebagai juara dan runner up grup. Ada 45 gol tercipta dalam babak penyisihan. Dan inilah 5 gol terbaik selama babak penyisihan berlangsung pilihan redaksi Kabar24.com
1. Danny Welbeck (Inggris Vs Swedia 3-2)
Bermain dalam kedudukan 2-2, Inggris yang membutuhkan kemenangan melakukan taktik counter attack. Melalui serangan balik cepat, winger Theo Walcott yang berhasil melwati dua pemain lawan berhasil mengumpan kepada Danny Welbeck yang telah menunggu di dalam kotak pinalti. Meskipun dikawal oleh pemain belakang Swedia, penyerang Manchester United ini berhasil memanfaatkan passing dari Walcott dan menceploskan bola dengan menggunakan tumit kanannya.
2. Mario Balotelli (Italia-Irlandia 2-0)
Masuk menggantikan penyerang Antonio Di Natale di menit 75 babak ke dua penyerang Manchester City ini berhasil membuktikan kualitas skillnya. Di menit-menit akhir babak kedua, Italia yang mendapatkan tendangan sudut. Andrea Pirlo yang mengambil sepak pojok mengirim umpan ke dalam kotak pinalti, meskipun Balotelli dijaga ketat oleh bek Irlandia, John O’Shea mantan striker Inter Milan ini berhasil mengkonversi passing dari Pirlo dengan tendangan gunting yang brilian.
3. Mario Gomez (Jerman Vs Belanda 2-1)
Di pertandingan Big Match ini Belanda sangat membutuhkan kemenangan setelah pada pertandingan pertama kalah oleh Denmark 1-0. Namun sayang, Belanda saat itu berhadapan dengan Mario Gomez yang sedang onfire. Dua gol berhasil diciptakan oleh penyerang Bayern Munich ini.
Memanfaatkan umpan Bastian Schweinsteiger di sisi sebelah kiri pertahanan Belanda, Gomez yang saat itu lolos dari kawalan pemain belakang negeri kincir angin berhasil memasukkan bola ke sudut kanan gawang Stekelenburg dari sudut yang sempit melalui tendangan keras yang kencang.
4. David Silva (Spanyol Vs Irlandia 4-0)
Memanfaatkan kemelut di depan gawang Irlandia yang dijaga Shay Given, Silva yang mendapat bola muntahan berhasil mengontrol bola dengan tenang dan mengecoh tiga pemain belakang lawan plus Given sebelum menempatkan bola di melalui sela-sela kaki David Dunne di kanan gawang dengan apik.
5. Zlatan Ibrahimovic (Swedia Vs Prancis 2-0)
Swedia yang sudah tidak mungkin lolos lagi di grup D bermain kesetanan saat jumpa Prancis di partai terakhir dini hari tadi (20/6).
Salahsatu gol yang diciptakan melalui kaki striker Zlatan Ibrahimovic di menit 54. Cara yang diciptakan oleh penyerang AC Milan ini cukup indah.
Menerima umpan dari Hendrik Larsson, Ibra menyelesaikannya dengan tendangan gunting yang menawan. Bola pun meluncur kencang ke gawang Prancis yang dijaga Hugo Lloris.
Itulah lima gol pilihan dari redaksi Kabar24.com, jika berbeda dengan pilihan anda sah-sah saja karena ini adalah sepak bola yang penuh dengan pilihan dan keindahan.
Kita tunggu, apakah akan banyak gol indah tercipta lagi selama Piala Eropa 2012 digelar, kita nantikan saja.

6.09.2012

10 Klub Terbaik Sepanjang Sejarah


Real Madrid menjadi klub tersukses sepanjang sejarah. Los Blancos mengungguli AC Milan dari Italia dan Liverpool dari Inggris. Klub sepakbola asal Spanyol itu menempati urutan pertama karena koleksi trofinya di berbagai ajang.

Seperti dilansir Bleacherreport, Madrid bahkan dianggap lebih sukses dibanding Manchester United dan rivalnya di La Liga yang mendominasi Eropa dalam 10 tahun terakhir.

Dalam 10 daftar klub tersukses ini, Italia masih menjadi negara terbanyak yang menempatkan 3 wakilnya dengan Inter Milan, AC Milan dan Juventus. Sedangkan Spanyol, dan Inggris masing-masing menempatkan dua wakilnya.

10 Klub Terbaik Sepanjang Masa:

1. Real Madrid
Legenda:  Alfredo Di Stefano, Raul, Ferenc Puskas
Gelar: 31 La Liga, 17 Copa del Rey, 8 Supercopa Spanyol, 9 Champions League, 1 Piala Super Eropa, 2 Europa League dan 3 Piala Dunia Antarklub.
Bintang:  Cristiano Ronaldo, Ricardo Kaka, Iker Casillas

2. AC Milan
Legenda: Paolo Maldini, Franco Baresi, Gunnar Nordahl
Gelar: 17 Serie A, 5 Copa Italia, 7 Champions League, 2 Piala Winners, 5 Piala Super Eropa dan 4 Piala Dunia Antarklub.
Bintang: Alessandro Nesta, Alexandre Pato, Andrea Pirlo, Ronaldinho

3. Liverpool
Legenda: Ian Callaghan, Ian Rush, Alan Hansen
Gelar:  18 Premier League, 7 Piala FA, 15 Community Shield, 5 Champions League, 3 Europa League, dan 3 Piala Super Eropa.
Bintang: Fernando Torres, Steven Gerrard

4. Bayern Munich
Legenda: Franz Beckenbauer, Gerd Muller, Karl-Heinz Rummenigge
Gelar: 22 Bundesliga, 15 DFB-Pokal, 4 Piala Super Jerman, 4 Champions League, 1 Europa League, 1 Piala Winners, dan 2 Piala Dunia Antarklub
Bintang: Arjen Robben, Franck Ribery, Ivica Olic

5. Ajax Amsterdam
Legenda: Johan Cruyff, Dennis Bergkamp, Marco Van Basten
Gelar:  29 Eredivisie, 18 Piala Belanda, 7 Johan Cruijff Shield, 4 Champions League, 1 European League, 1 Piala Winners, 2 Piala Super Eropa, dan 2 Piala Dunia Antarklub.
Bintang: Luis Suarez, Maarten Stekelenburg, Siem de Jong

6. Barcelona
Legenda: Migueli, Rivaldo, Cesar Rodriguez
Gelar: 20 La Liga, 25 Copa del Rey, 9 Piala Super Copa Spanyol, 3 Champions League, 4 Piala Winners, 4 Europa League, 3 Piala Super Eropa, dan 2 Piala Dunia Antarklub.
Bintang: Lionel Messi, Xavi, Carles Puyol

7. Inter Milan
Legenda: Giacinto Facchetti, Giuseppe Bergomi, Christian Vieri
Gelar:  18 Serie A, 6 Coppa Italia, 5 Supercoppa Italia, 3 Champions League, 3 Europa League dan 2 Piala Dunia Antarklub.
Bintang:  Javier Zanetti, Wesley Sneijder, Samuel Eto'o

8. Manchester United
Legenda:  Bobby Charlton, George Best, Eric Cantona
Gelar: 18 Premier League, 11 Piala FA, 18 Community Shield, 3 Champions League, 1 Piala Winners,  1 Piala Super Eropa dan 2 Piala Dunia Antarklub.
Bintang: Ryan Giggs, Paul Scholes, Wayne Rooney

9. Benfica
Legenda: Eusebio, Rui Costa, Zlatko Zahovic
Gelar: 32 Liga Portugal, 24 Piala Portugal, 4 Piala Super Portugal, 2 Champions League dan  Europa League.
Bintang: Nuno Gomes, Luisao, Javier Saviola

10. Juventus
Legenda: Dino Zoff, Michel Platini, Pavel Nedved
Gelar: 27 Serie A, 9 Coppa Italia, 4 Supercoppa Italia, 2 Champions League, 3 Europa League, 1 Piala Winners, 1 Piala Super Eropa, dan 2 Piala Dunia Antarklub.
Bintang: Alessandro Del Piero, Gianluigi Buffon, Giorgio Chiellini


6.01.2012

Spesial EURO 2012 - Jadwal Lengkap EURO 2012

Berikut ini jadwal lengkap tayangan laga Euro 2012 yang akan ditayangkan oleh stasiun televisi swasta nasional RCTI dan juga MNC Sports dari matchday 1 hingga Final.

3.02.2012

10 Momen World Cup Tak Terluoakan Selama Dekade Ini

Turnamen akbar sepakbola Piala Dunia selalu meninggalkan momen-momen bersejarah di setiap penyelengaraannya. Tidak hanya di putaran final, di babak kualifikasi pun momen-momen bersejarah itu akan selalu menjadi kenangan yang tidak akan bisa dilupakan.

Bukan cuma luapan gembira atau pun kesedihan, amarah, kebencian dan juga tipu daya menjadi bagian dari momen-momen tersebut. Momen-momen sarat emosi yang membuat setiap edisi Piala Dunia mempunyai cerita sendiri-sendiri.

Berikut sepuluh momen di Piala Dunia yang tidak bisa dilupakan selama satu dekade terakhir yang dirangkum goal.com.

2.12.2012

Kekalahan-Kekalahan Besar Dalam Sepak Bola

Banyak sekali pertandingan sepak bola yang hanya menghasilkan sedikit gol, bahkan ada juga laga di mana tak satu kali pun bola bersarang di gawang. Namun tak jarang juga terjadi pesta gol dalam satu pertandingan.


Satu momen memalukan untuk klub papan atas Belanda, Feyenoord. Tanpa ampun mereka dilibas rivalnya di Eredivisie, PSV Eindhoven sepuluh gol tanpa balas!


2.04.2012

100 Pemain Terbaik Sepanjang Sejarah Klub Sepakbola Real Madrid

Zidane menorehkan suara tertinggi. Pencapaiannya di Real Madrid memang fenomenal. Setelah di transfer dari Juventus, Zidane langsung membawa Madrid juara Champions.

2.01.2012

Awal Mula El Clasico dan Bumbu Yang Menjaga Rivalitasnya

El Clasico musim ini adalah duel dua klub yang paling dinanti beberapa bulan ini sejak Jose Mourinho menandatangani kontraknya bersama Real Madrid. Seperti yang kita ketahui selama ini, Mourinho adalah klub yang paling membenci Barcelona FC dan pernah mengatakan terang-terangan tidak akan pernah melatih klub tersebut di sisa karirnya nanti, karena klub Catalan itu adalah musuh abadi baginya. Pernyataan The Special One tersebut seolah menjadi bumbu tersendiri bagi rivalitas abadi kedua klub raksasa Spanyol tersebut. Berikut adalah beberapa sejarah rivalitas dan bumbu yang menyebabkan perseteruan kedua tim El Clasico kian abadi.

Awal Rivalitas


Menurut Phill Ball, penulis dari 'Morbo: The Story of Spanyol Football,' yang lebih suka menyebut rivalitas ini dengan 'Perang Saudara Spanyol', awal perseteruan antara Barca dan Real dimulai sejak awal dekade 30an saat publik Barcelona yang jenuh terhadap kecenderungan sentralisasi kota Madrid di era kediktatoran Franco.Barcelona saat itu seolah ingin membentuk sesuatu yang merupakan reputasi, identitas dan lambang kebanggaan Catalan. Barcelona saat itu lebih memihak kepada oposisi yang hampir mirip rezim fasis, dengan beberapa pemain Barcelona mendaftar pada oposisi tersebut di tahun 1934. Di saat mereka mulai membangun reputasi tersebut, pecahlah rivalitas keduanya tatkala Presiden Barcelona Josep Sunyol dibunuh oleh pasukan pengawal Franco saat mengunjungi Pasukan Republik di bagian utara kota Madrid.

Bumbu-Bumbu Perseteruan

Perseteruan antara dua klub besar Spanyol ini kian meruncing di tahun-tahun berikutnya. Bukan hanya merebutkan gelar juara di berbagai kejuaraan, kedua klub juga acap kali berduel dalam perebutan pemain bintang. Bahkan, kepindahan seorang pemain untuk menyeberang ke klub yang notabene musuh abadi mereka itu dianggap sebagai pengkhianatan. Berikut beberapa momen yang menjadikan rivalitas keduanya kian menguat:

Alfredo Di Stevano, 1950

Di Stefano yang saat itu bermain untuk klub Club Deportivo Los Millonarios dari kota Bogota, Kolombia, merupakan striker yang bersinar di masanya. Baik Barca maupun Madrid berlomba untuk memburu tanda tangan pemain Argentina yang mencetak 90 gol dari 101 laga bersama Millonarios. Keduanya bahkan mengklaim bahwa di Stefano adalah milik mereka sebelum pemain itu pindah dari River Plate ke Millonarios. FIFA pun harus turun tangan untuk menengahinya, dan memutuskan bahwa Barca dan Madrid akan bergantian musim untuk menggunakan jasa pemain itu.

Namun, dengan adanya campur tangan Franco yang mengintervensi Presiden klub Barcelona, Di Stefano akhirnya resmi menjadi milik Real pada tahun 1950. Meski klub itu memberi pernyataan bahwa si pemain secara sukarela memilih mereka. Kebencian Barca kian memuncak kepada Real dan pemain Argentina tersebut, karena Di Stefano mencetak dua gol dalam laga pertamanya melawan Barcelona.

Bernd Schuster, 1989

Schuster merupakan bagian penting dari tim Catalan itu selama kurun waktu 1980 hingga 1988. Ia adalah jendral lapangan tengah Barcelona yang juga menciptakan banyak gol dari kakinya untuk mengantarkan Barcelona menjadi juara La Liga pada musim 1984–85, dua kali juara Piala Liga di musim 1982–83, 1985–86 dan runner up Liga Champions Eropa pada musim 1985–86. Madrid yang kepincut dengannya kemudian membajak pemain asal Jerman ini pada tahun 1989.

Schuster pun berhasil memberi El Real dua kali gelar La Liga (1989,1990) serta gelar Copa del Rey dan Piala Super Spanyol di tahun 1989. Ia kembali ke Madrid untuk menjadi pelatih pada tahun 2007, akan tetapi ia hanya mampu bertahan semusim saja.

Michael Laudrup, 1995

Pemain Denmark ini adalah salah satu dari tiga pemain asing di The Dream Team Barcelona di bawah asuhan Johan Cruijff selain Ronald Koeman dan Hristo Stoichkov. Ia turut andil dalam kesuksesan Barca merebut gelar juara La Liga 4 musim berturut-turut (1991 hingga 1994), dan meraih gelar Liga Champions pada tahun 1991-92. Kegagalan Barca meraih gelar juara Liga Champions di tahun 1994 bisa dibilang karena tanpa adanya Michael di final. Cruijff lebih memilih Romario daripada dirinya untuk memenuhi kuota tiga pemain asing yang diperbolehkan tampil pada saat itu. Barca pun kalah telak 0-4 dari AC Milan di final.

Usai bersitegang dengan Cruijff, Laudrup kemudian memutuskan berkhianat dengan pindah ke seteru abadi mereka, Real Madrid di tahun 1995, yang langsung mengantarkan klub ibu kota Spanyol tersebut meraih juara La Liga di tahun pertamanya. Prestasinya itu membuat namanya abadi dalam sejarah sepak bola Spanyol, ia adalah satu-satunya pemain yang merebut gelar juara La Liga 5 kali berturut-turut dari dua klub yang berbeda.

Luis Enrique, 1996

Entah apa yang ada di benak Enrique yang lebih memilih Barcelona usai melihat kontraknya di Real Madrid tidak akan diperpanjang. Dengan status free transfer ia melenggang dengan santai ke seteru abadi klubnya tersebut. Namun sayang, di tahun pertama kepindahannya, Real yang ia tinggalkan malah menjadi juara La Liga. Ia merupakan satu-satunya pemain yang menorehkan namanya di sejarah indah El Clasico. Enrique merupakan pemain yang mencetak gol di duel ini dari dua klub berbeda, dari 5 golnya di El Clasico, 1 ia sumbangkan untuk Real dan 4 untuk Barcelona.

Luis Figo, 1998

Banyak yang menganggap kepindahan Luis Figo yang kala itu menjadi pangeran Catalan adalah usaha pembalasan Real terhadap aksi Enrique. Pemain Portugal itu juga termasuk penentu sukses Barca meraih gelar Piala Winner dan La Liga pada musim 1996-97, dan tiba-tiba saja ia menandatangani transfernya ke Madrid yang pada saat itu sedang membangun proyek Los Galaticos. Banyak pendukung Blaugrana yang tidak terima dengan pengkhianatan pemain yang mereka favoritkan di Nou Camp selama 5 tahun terakhir tersebut.

Bahkan mereka tetap mendendam dengan pemain yang kemudian membawa Real meraih gelar juara Liga Champions Eropa dan Piala Super Eropa di tahun 2002 tersebut. Saat duel El Clasico di Nou Camp pada tahun 2002, pendukung Barca melemparinya dengan koin dan benda-benda lain karena menganggapnya mata duitan saat ia mengambil eksekusi corner kick, lebih parah lagi pendukung Barcelona memasang kepala Babi di area tendangan sudut.
Mungkin perseteruan kedua tim ini akan menguat jika bintang mereka seperti Lionel Messi atau pun Cristiano Ronaldo berani menyeberang ke lawan mereka. Atau lebih ekstrim lagi jika pelatih mereka baik Mou atau pun Josep Guardiola yang pindah. Mungkin tidak mungkin? Who knows? Bola itu bundar. Salam!

10 Kostum Bola yang Melegenda

10.Juventus, Akhir Abad 19
Kostum ini dipakai Juventus sebagai peringatan 100 tahun berdirinya La Vecchia Signora. Warna merah jambu (pink) dipakai karena warna itulah yang dipakai saat Juve pertama kali berdiri. Untungnya, saat memasukki abad ke-20, kostum hitam-putih mulai dipakai. Jika tidak, mungkin julukan Juventus kini menjadi Colore Rosa (pink) yang jauh lebih feminim.
9. Kroasia, 1996
Pada penampilan perdananya di turnamen besar, Kroasia langsung menggebrak dunia karena berhasil masuk hingga perempat-final Euro 1996 di Inggris. Bermaterikan beberapa pemain bekas tim juara Piala Dunia Yunior 1987, Kroasia hanya kalah dari Jerman, yang akhirnya menjadi juara, di Old Trafford. Kostum kotak-kotak merah-putih juga menjadi inovasi tersendiri dalam kejuaraan itu.
8. Ajax Amsterdam
Bagian vertikal merah di tengah dan diapit oleh putih di masing-masing sisi menjadi ciri khas tersendiri bagi raksasa Belanda ini. Mungkin hanya perubahan sponsor yang memberikan sentuhan berbeda yang tak signifikan untuk jersey yang unik tetapi sederhana ini.
7. Denmark, 1986
Kostum kandang Ajax seperti yang dikenakan Edgar Davids sudah melegenda
Kostum ini mendatangkan cukup banyak kontroversi, serupa seperti kemunculan tim Skandinavia ini. FIFA sempat ikut campur dalam masalah ini, karena bukan hanya baju yang separuh merah dan putih, tetapi juga celana. Akhirnya, celana pun berubah menjadi putih, tetapi prestasi Denmark di Piala Dunia Meksiko 1986 tetap luar biasa dengan mencatat nilai sempurna di babak grup termasuk dari tim kuat Jerman Barat, tetapi akhirnya dibantai Spanyol di 16 besar.
6. Real Madrid, 1960-an
Kejayaan Real Madrid pada era 1960-an di atas lapangan hijau, bukan hanya memberikan inspirasi dari permainan mereka di lapangan, tetapi juga dari kostum tim yang digunakan. Warna putih polos dan tak dirusak oleh motif ataupun logo dicontoh oleh banyak tim, termasuk Leeds United dan kini LA Galaxy.
5. Jorge Campos, 1990-an
Kiper Meksiko ini menjadi satu-satunya peserta individu yang masuk dalam daftar ini. Kiper eksentrik ini dikenal dengan kepiawaiannya di bawah mistar, dan lebih karena kostumnya yang unik. Campos dikenal sering merancang sendiri kostum yang dipakai. Meskipun terkadang aneh dan tak masuk akal sehat, tetapi keberaniannya untuk tampil beda patut diacungi jempol.
Inilah salah satu kostum kebanggaan Jorge Campos yang cenderung bercorak warna-warni
4. Glasgow Celtic, 1967
Selain sukses meraih gelar Liga Champions, Glasgow Celtic juga berhasil mencuri perhatian karena jersey yang digunakan. Celtic pernah menggunakan kostum tanpa nomor punggung! Nomor hanya terdapat di celana, hingga akhirnya UEFA meminta Celtic untuk memasang nomor di punggung mereka.
Garis hijau putih polos yang membawa Celtic juara Liga Champions ini tanpa dilengkapi nomor punggung
3. Belanda (Johan Cruyff), 1974
Masalah sponsor, serupa seperti yang terjadi terhadap pebasket Michael Jordan pada Olimpiade Barcelona 1992, ternyata juga terjadi di dunia sepakbola. Johan Cruyff menolak memakai tiga garis yang menghiasi kostum tim Oranye pada Piala Dunia 1974 karena ia memiliki kontrak pribadi dengan Puma. Sebagai solusi, akhirnya hanya ada dua garis pada kostum Cruyff. Selain itu, Cruyff juga ngotot mengenakan nomor punggung 14, meskipun saat itu Belanda mengatur nomor punggung berdasarkan abjad pemain.
Tampak jelas hanya terdapat dua garis hitam membujur di atas pundak dan lengan Cruyff serta nomor 14 pada celananya
2. Prancis, 1984 dan 1998
Kostum Les Bleus pada Piala Eropa 1984 punya makna tersendiri bagi rakyat Prancis. Saat itu, Michel Platini berhasil membawa Prancis juara Euro 1984. Saat menggelar Piala Dunia 1998, Prancis memutuskan mengenakan kostum serupa seperti yang digunakan Platini pada 1984 dengan harapan Zinedine Zidane dkk. berhasil menjadi juara. Harapan itu terkabul, dan Zidane mengikuti jejak Platini mengangkat piala bergengsi bagi Prancis dengan kostum serupa.
Seragam yang dipakai Zidane saat juara Piala Dunia 1998 ini mirip dengan yang digunakan Michel Platini
1. Indonesia, 1956
Salah satu prestasi terbaik timnas Indonesia antara lain adalah lolos ke Olimpiade Melbourne 1956, dan bahkan sempat menahan imbang tanpa gol Uni Soviet, sebelum akhirnya Uni Soviet berhasil menggilas Indonesia pada partai ulangan dan kemudian berhasil meraih medali emas. Kostum hijau putih konon menjadi salah satu kostum yang digunakan tim Merah Putih saat itu dan kemudian sempat dipakai hingga 1981. Setelah hilang lebih dari dua dasawarsa, unsur hijau kembali hadir untuk kostum Piala Asia 2007. Kostum untuk Piala Asia 2007 itu mendapat sambutan hangat karena pemasaran yang cukup gencar dan dijual bebas, tetapi sayang kemiripan warna itu tidak mencapai keberhasilan yang sama seperti Prancis. Tim PSSI mampu tampil cukup baik pada Piala Asia 2007, tetapi kemudian harus mengakui kehebatan raksasa Asia lain dan setelah itu Garuda kembali meredup.


12.24.2011

10 Hal Menarik Mengenai Cristiano Ronaldo

Tidak diragukan lagi Cristiano Ronaldo kini telah menjadi salah satu pemain sepak bola yang paling populer dengan jutaan penggemar mendukungnya di planet ini.

Kapten Portugal dan superstar Real Madrid sangat terbuka saat berbicara kepada media di dalam maupun di luar lapangan. Namun itu saja belum cukup memuaskan kebutuhan para penggemarnya, tidak heran kalau banyak Paparazzi selalu berada di sekitar Cristiano Ronaldo untuk menangkap cerita terbaru tentang dia.

Bagi Anda yang selalu mengikuti perkembangan berita mantan pilar Manchester United ini mungkin merasa begitu mengenali pemain yang memiliki sebutan CR7 ini. Tapi apakah Anda benar-benar tahu segala sesuatu tentang dia? Berikut kesempatan untuk menguji pengetahuan Anda pada Cristiano Ronaldo.

Simak sepuluh hal yang perlu Anda ketahui tentang Cristiano Ronaldo atau mungkin Anda belum tahu berikut ini.

Kelahiran Cristiano Ronaldo
Cristiano Ronaldo lahir pada tanggal 5 Februari 1985 di Santo António, dekat dengan Funchal, Madeira, Portugal. Pemain yang kini berusia 25 tahun ini hanyalah seorang anak bungsu dari pasangan Maria Dolores dos Santos Aveiro, yang berprofesi sebagai tukang masak, dan José Dinis Aveiro, seorang tukang kebun kota.

Nama Cristiano Ronaldo
Saat namanya mulai dikenal, banyak yang menghubungkannya dengan Ronaldo Luis Nazário de Lima, pemain fenomenal asal Brazil. Banyak meyakini nama Ronaldo diambil dari pemain yang pernah menjadi Pemain Terbaik FIFA 3 kali itu.

Sebenarnya ia lahir dengan nama lengkap Cristiano Dos Santos Aveiro, tidak ada nama Ronaldo di sana. Namun ayahnya yang adalah seorang penggemar berat dari mantan presiden-Amerika Serikat dan juga mantan aktor kenamaan Ronald Reagan, memutuskan untuk memberikan Cristiano nama "Ronaldo" sebagai nama kedua ('Ronaldo' dalam bahasa Portugis untuk kata 'Ronald').

Trophy Klub Pertama
Kita harus kembali ke tahun 2004 untuk mengingatnya. Ya, Cristiano Ronaldo meraih trofi pertamanya dengan Manchester United pada tahun pertamanya di Old Trafford.

Kedatangan Cristiano Ronaldo memberi kekuatan kepada The Red Devils untuk menjuarai Piala FA 2003/04 setelah mengalahkan Aston Villa, Manchester City, dan Arsenal di perjalanan mereka.

Cristiano Ronaldo bahkan menjadi pembuka skor untuk Manchester United di menit ke 44 sebelum akhirnya menggulung Millwall 3-0 di partai final turnamen tersebut.

Keterlibatan Cristiano Ronaldo dalam keberhasilan The Red Devils memenangkan Piala FA saat itu sudah cukup mengkonfirmasi seberapa tepatnya keputusan Sir Alex Ferguson mendatangkan pemuda ini dari Sporting Lisbon.

Gol ke 1000 Manchester United
Apakah Anda ingat apa yang terjadi pada tanggal 29 Oktober 2005?

Bagi penggemar Manchester United itu tentu merupakan hari yang buruk untuk dikenang di mana pasukan The Red Devils kalah telak dari Middlesbrough.

Namun kekalahan 4-1 yang diderita United saat itu melahirkan sebuah rekor baru. Satu-satunya gol yang berhasil dicetak United pada pertandingan itu merupakan yang ke-1000 bagi Manchester United di Liga Premier.

Dan tentu saja, Cristiano Ronaldo yang mencetaknya.

Rekor Untuk Portugal
Apakah Anda tahu bahwa Cristiano Ronaldo adalah manusia Portugis pertama yang pernah bermain untuk Manchester United?

Dia ditransfer menjelang musim 2003-2004 dengan harga sebesar 12,24 Juta Pounds setelah berhasil membuat Sir Alex Ferguson dan seluruh skuad United terkesan pada pertandingan Sporting Lisbon versus Manchester United.

Cristiano Ronaldo adalah pemain yang sangat berpengaruh dalam pertandingan yang akhirnya dimenangkan Sporting dengan skor 3-1.

Setelah kedatangan Cristiano Ronaldo, Alex Ferguson mulai membawa pemain dari klub Portugal lainnya seperti Luis Nani, Anderson, Fabio dan Rafael Da Silva.

Kostum Bernomor Punggung 7
Apakah Anda tahu bahwa Cristiano Ronaldo tidak akan pernah dikenal dengan istilah "CR7" selama di Manchester United jika saja permintaannya dikabulkan?

Pemain muda asal Sporting Lisbon tersebut tidak menduga ia akan ditahbiskan oleh Sir Alex Ferguson untuk memakai nomor punggung 7. Nomor tersebut pernah disandang oleh legenda United seperti Georges Best dan David Beckham di masa lalu.

Cristiano Ronaldo sebenarnya tidak mengincar nomor tersebut dan memilih nomor lain untuk dikenakannya. Namun ketika mendapat kehormatan memakainya, Ronaldo merasa tertantang.

"Setelah saya bergabung, manajer menanyakan nomor berapa yang saya inginkan. Saya katakan nomor 28 tapi Ferguson mengatakan Tidak, Anda akan memiliki nomor 7, dan nomor yang terkenal itu memberi tambahan motivasi untuk saya. Saya dipacu untuk membayar kehormatan seperti itu" jelas Ronaldo mengenai apa yang terjadi ketika ia tiba di Old Trafford untuk pertama kalinya.

Pahlawan Liga Premier Inggris
Cristiano Ronaldo memecahkan rekor lain pada Januari 2009 ketika ia menerima penghargaan FIFA World Player of the Year.

Dia mengalahkan pemain Barcelona, Lionel Messi dan juga pemain Liverpool, Fernando Torres untuk menjadi pemain pertama dari Liga Premier Inggris yang berhasil meraih penghargaan tersebut.

Cristiano Ronaldo juga pemain Portugal pertama yang meraih gelar itu sejak Luis Figo pada tahun 2001 dan menjadi yang kedua bagi Portugal.

Pemecah Rekor Diego Maradona
Apakah Anda tahu bahwa Cristiano Ronaldo memegang rekor sebagai pemain dengan jumlah penonton terbanyak pada hari presentasinya?

Ketika Cristiano Ronaldo diperkenalkan oleh Florentino Perez sebagai pemain baru Real Madrid, stadion Santiago Bernabeu penuh sesak dengan kehadiran kurang lebih 80.000 penggemar.

Dengan begitu Cristiano Ronaldo telah berhasil melampaui rekor Diego Maradona yang 'hanya' dihadiri 75.000 penggemar ketika legenda Argentina itu diperkenalkan sebagai pemain Napoli pada tahun 1984.

Pemain Muda Terbaik 2006 'Sebenarnya'
Jika ditanya siapa Pemain Muda terbaik 2006, orang-orang akan menjawab Lukas Podolski. Namun tahukah Anda sebenarnya yang terpilih sebagai pemain muda terbaik Piala Dunia 2006 Jerman waktu itu adalah Cristiano Ronaldo?

Cristiano Ronaldo terpilih setelah banyak penggemar dari seluruh dunia memilihnya. Namun, keterlibatannya dalam insiden kartu merah Rooney membuat beberapa pendukung Inggris mengadakan kampanye penolakan terpilihnya Ronaldo di mana-mana.

Badan Tehnik FIFA akhirnya memutuskan untuk mencabut nama Cristiano Ronaldo dari penghargaan tersebut dan memilih Lukas Podolski yang bahkan urutannya tidak berada di belakang Ronaldo pada pemungutan suara saat itu.

Cristiano Ronaldo dan Portugal hanya bisa menempati peringkat keempat pada Piala Dunia Jerman 2006.

Gol Tercantik
Apakah Anda tahu bahwa Cristiano Ronaldo adalah pemain pertama yang namanya tertulis dalam sejarah pemenang penghargaan Ferenc Puskás FIFA?

Penghargaan Puskás diciptakan pada bulan Oktober 2009 untuk menghormati pemain legendaris Hongaria Ferenc Puskás. Penghargaan ini ditujukan untuk pemilik gol tercantik setiap tahunnya.

Cristiano Ronaldo memenangkan penghargaan ini berkat gol mengagumkan yang dicetaknya dari jarak 40-yard atau 36 meter lebih dari gawang saat melawan Porto pada pertandingan semifinal Liga Champion UEFA tahun 2009. Gol ini juga mengakhiri rekor tak terkalahkan Porto di Stadion Dragao dari klub-klub Inggris.

Dalam kompetisi ini yang memungkinkan semua penggemar dari seluruh dunia untuk memilih, Cristiano Ronaldo berhasil menempati urutan pertama dengan 17,68% suara. Pemain Barcelona Andres Iniesta dan pemain Wolfsburg, Grafite masing-masing berada di urutan kedua dan ketiga dengan perolehan 15,64% dan 13,39% dari suara total.